Program Studi Bioteknologi (PS Bioteknologi) merupakan program akademik jenjang sarjana Strata 1 (S1) di bidang bioteknologi yang pengelolaannya di bawah Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya.

PS Bioteknologi bermula dari salah satu peminatan yang dimiliki oleh Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (PS ITP) yang dikelola oleh Jurusan THP, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Tiga peminatan yang ada di PS ITP pada saat itu adalah Nutrisi Pangan, Teknologi Pengolahan Pangan, dan Bioteknologi Pangan dan Agroindustri. Peminatan Bioteknologi Pangan dan Agroindustri yang merupakan cikal bakal dari PS Bioteknologi sudah berlaku sejak tahun 2010. Setelah 4 tahun berjalan, peminatan Bioteknologi Pangan dan Agroindustri akhirnya beralih statusnya menjadi PS Bioteknologi sejak keluarnya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia NOMOR 595/E/O/2014 pada tanggal 17 Oktober 2014 tentang ijin penyelenggaraan PS Bioteknologi.

PS Bioteknologi yang merupakan bagian dari Jurusan THP merupakan program studi yang mempunyai fokus pada Bioteknologi Industri (white biotechnology) yang menitikberatkan pada proses biokonversi biomassa yang melibatkan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim dll) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri. Pengembangan Bioteknologi Industri di Indonesia sangatlah penting dan mendesak mengingat potensi sumber alam hayati yang sangat tinggi dan pergeseran trend industri dunia yang mengarah ke industri yang berkelanjutan yang memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Pengembangan Bioteknologi di Indonesia tidak mungkin terwujud tanpa peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). SDM yang tangguh dari segi kualitas dan kuantitas akan menunjang kemajuan bioteknologi industri.

Sebagai upaya untuk meningkatkan perkembangan bioteknologi industri di Indonesia, maka Fakultas Teknologi Pertanian membuka Program Studi Sarjana (S1) Bioteknologi yang berfokus pada bidang Industri. Pendirian program studi Sarjana (S1) Bioteknologi ini diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap penyiapan sumber daya manusia yang penting dalam menunjang perkembangan bioteknologi industri di Indonesia. Selain itu, proses pendirian PS Bioteknologi juga mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak antara lain dari pihak industri (PT. Multi Bintang Indonesia Tbk, PT. CHEIL JEDANG INDONESIA, PT. Biofarma, PT.AJINEX INTERNATIONAL, PT. Molindo Inti Gas), pihak pemerintah (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya), pihak akademisi (Guru Besar di Bidang Bioteknologi-Universitas Gadjah Mada, Dosen di Departemen Teknik kimia Program Ttudi Teknologi Bioproses-UI), dan lembaga penelitian (Balai Pengkajian Bioteknologi – BPPT). Dari hasil kuesioner yang diberikan kepada pihak stakeholders dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan lulusan di bidang bioteknologi sangat diperlukan di berbagai bidang, baik untuk bidang pangan, farmasi, dan industri additive. Dengan desain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, lulusan PS Bioteknologi mempunyai peluang yang besar untuk diserap oleh pasar tenaga kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.