Pengabdian kepada Masyarakat Dosen THP di Dusun Jambesari, Desa Ringinkembar, Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang

25 October 2021
25 October 2021, Comments Komentar Dinonaktifkan pada Pengabdian kepada Masyarakat Dosen THP di Dusun Jambesari, Desa Ringinkembar, Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang

Sabtu, 12 Juni 2021, tim dosen dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Pra Koperasi Mitra Usaha Mandiri. Kegiatan tersebut antara lain meninjau lokasi produksi kopi bubuk dan biji kopi sangrai yang diproduksi oleh kelompok masyarakat di Dusun Jambesari, Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Produk kopi yang dibuat oleh Mitra Usaha Mandiri belum memiliki izin edar pangan, sehingga pemasaran produk masih untuk kalangan terbatas, tidak bisa dijual bebas dengan merk dan ciri khas yang bisa mengangkat nama Dusun Jambesari sebagai produsen produk Kopi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Oleh karena itu, tim dosen yang diketuai oleh Ahmad Zaki Mubarok, STP, M.Si., Ph.D, berdiskusi dengan salah satu perwakilan dari kelompok usaha Mitra Usaha Mandiri, Ibu Ekaning. Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa pentingnya produk memiliki izin edar pangan, minimal P-IRT serta penjelasan mengenai prosedur pengajuan Izin Edar P-IRT. Tim dosen dari Jurusan THP dibantu oleh mahasiswa, kemudian menindaklanjuti dengan membantu Pra Koperasi Mitra Usaha Mandiri untuk mendaftarkan Produknya dengan harapan bisa mendapatkan izin edar produk pangan. Dengan demikian, ke depannya bisa membantu Mitra Usaha Mandiri untuk memasarkan produknya lebih luas dan legal.

Selain kegiatan pendampingan pengajuan P-IRT, tim juga melakukan upaya perbaikan terhadap desain kemasan produk kopi yang dihasilkan. Selama ini, produk kopi bubuk dan biji kopi sangrai dijual dengan menggunakan kemasan Polyethylene (PE) dengan zipper lock tanpa label. Ketua tim pengabdian kepada masyarakat untuk desain kemasan kopi, Dego Yusa Ali, STP. M.Sc., memberikan masukan dan juga bantuan kepada Pra Koperasi Mitra Usaha Mandiri untuk memperbaiki kemasan, mulai dari bahan kemasannya sampai dengan desain kemasannya. Bahan yang diajukan sebagai kemasan kopi adalah bentuk Standing Pouch dengan bahan berlapis kertas, plastik dan alumunium foil. Alasan pemilihan bahan tersebut antara lain, agar kemasan dapat dengan mudah dilakukan printing dengan baik, bahan plastik dapat melindungi dari transfer udara dan uap air baik dari maupun ke dalam produk. Alumunium foil, selain melindungi dari pertukaran gas dan uap air, juga melindungi dari sinar matahari dan penguapan aroma kopi, sehingga mutu produk kopi tetap terjaga. Desain Kemasan hasil rancangan tim pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat pada Gambar berikut ini:

Gambar diatas merupakan desain kemasan kopi bubuk yang dibedakan berdasarkan warna untuk tiap varian. Warna kemasan putih dibuat untuk kemasan kopi bubuk dengan varian medium dark roasted, sedangkan kemasan warna hitam dibuat untuk varian kopi bubuk dark roasted. Program pengabdian ini dilaksanakan atas dukungan program rutin Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya untuk mendiseminasikan hasil riset serta karya inovasi di FTP dalam rangka membantu permasalahan dan pengembangan UMKM berbasis pangan dan agroindustri sehingga hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.